TOPJURNALNEWS.COM - Sedikitnya 80 hektar lahan hutan lindung yang selama ini menjadi hutan penyangga sumber air PDAM Tirtanadi di Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang berubah fungsi menjadi areal penggunaan lain (APL). AKibatnya sebagian wilayah kota Medan terancam krisis air bersih.Teks foto : Kabir Bedi Direktur Utama PDAM Tirtanadi Sumut
Diretur Utama PDAM Tirtanadi, Kabir Bedi mengungkapkan, wilayah yang terancam krisis air bersih itu adalah Simalingkar, Deli Tua dan Medan Johor. “Saat ini jika seminggu saja tidak turun hujan, kawasan Medan Johor krisis air bersih,” ujarnya.
Pihaknya sangat menyesalkan terjadinya alih fungsi hutan lindung yang sudah menjadi bagian dari sumber air Tirtandadi sejak tahun 1905 itu. Hal ini sangat berpotensi menghambat laju pembangunan PDAM Tirtanadi yang saat ini sedang dituntut untuk terus meningkatkan kualitas pelayanannya oleh masyarakat luas, khususnya yang selama ini menjadi pelanggan air bersih di Sumatera Utara.
Terjadinya alih fungsi hutan lindung tersebut, juga sudah disaksikan oleh sejumlah anggota DPRD Sumatera Utara, dan sudah dilaporkan ke Gubernur untuk ditindaklanjuti agar bisa dicarikan jalan penyeklesaian.
DIAKUI DINAS KEHUTANAN
Menurut Kabir Bedi, adanya alih fungsi hutan lindung ini juga sudah diakui pihak Dinas Kehutanan Sumatera Utara. Namun tidak ada penjelasan rinci, bagaimana proses perubahan itu bisa terjadi begitu saja. Karena itu pihaknya mendorong pihak-pihak terkait untuk, melakukan pengusutan bagaimana alih fungsi hutan lindung itu terjadi dan mengungkap siapa saja yang terlibat.
Menurut Kabid Bedi, saat ini pihaknya didorong untuk berpacu mengejar ketertinggalan. “Kita harus benar-benar fokus. Kasihan rakyat yang sudah menjerit karena butuh air bersih. Sementara kita yang sudah berusia 116 tahun, tapi baru bisa membangun instalasi berkapasitas 7.200 liter per detik, untuk zona satu,” katanya.
Target PDAM Tirtanadi, lanjut Kabir, akhir 2022 Binjai sudah bisa beroperasi. “Dalam waktu empat tahun kita diamanahkan harus bisa membangun instalasi dengan kapasitas 4000 liter per detik. Semua target itu harus dilaksanakan secara kolaborasi dengan banyak pihak. Karena itu kita butuh dukungan yang kuat, termasuk dari unsur Pers,” tregasnya.(SA)