TOPJURNALNEWS.COM - Istana Lima Laras adalah salah satu Istana Kerajaan Melayu pesisir yang berada di Desa Lima Laras, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatra Utara.
Istana Lima Laras yang terletak di kawasan perkampungan nelayan saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.
Istana yang dibangun oleh Datuk Matyoeda Sri Diraja (Raja Kerajaan Lima Laras XII) yang dikenal dengan nama Datuk Muhammad Yuda, putera tertua dari seorang Raja yaitu Datuk Haji Djafar gelar Raja Sri Indra (Raja Kerajaan Lima Laras XI) perlu adanya pemugaran lantaran banyak bangunan istana yang telah rusak dan terlihat kumuh.
Pengamatan wartawan, kerusakan sangat terlihat jelas mulai dari bagian depan istana hingga banyaknya jendela istana yang telah lepas serta telah memudarnya warna cat istana Lima Laras.
Salah satu warga Desa Lima Laras yang ditemui Anto mengatakan sangat menyayangkan kondisi Istana Lima Laras yang terlihat tidak terurus.
"Sudah tahunan kondisi Istana Lima Laras ini seperti itu bang, padahal kalau ini di benahi bisa menjadi salah satu objek wisata di Kabupaten Batu Bara,"ucapnya.
Anto berharap, istana Lima Laras dapat dilakukan pemugaran agar bisa lebih indah dan hidup lagi.
"Kalau bisa dipugar kan lebih baik bang, mungkin istana Lima Laras ini bisa terlihat hidup kembali seperti masa jayanya dulu,"sebutnya.
Sejarah Singkat Istana Lima Laras
Istana Lima Laras dibangun dari niat Datuk Matyoeda Sri Diraja (Raja Kerajaan Lima Laras XII) yang dikenal dengan nama Datuk Muhammad Yuda, putera tertua dari seorang Raja yaitu Datuk Haji Djafar gelar Raja Sri Indra (Raja Kerajaan Lima Laras XI)
Istana Niat Lima Laras memiliki 6 anjungan yang masing-masing menghadap ke arah empat mata angin, memiliki 28 pintu dan 66 pasang jendela. Lantai bawah dan balai ruangan berornamen China dan terbuat dari beton yang dipergunakan sebagai tempat bermusyawarah.
Pada lantai II dan III bangunan diperuntukkan sebagai tempat tinggal keluarga kerajaan dan hanya terbuat dari kayu. Terdapat beberapa kamar dengan ukuran 30 m2 di lantai II dan III yang dihubungkan oleh tangga yang melingkar di tengah-tengah ruangan istana.(Red)
