TOPJURNALNEWS.COM - Warga di gegerkan dengan penemuan mayat didalam sebuah angkot 04 yang terparkir di Jalan Letda Sujono Kelurahan Tembung, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Jumat (25/11/2022).
Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian, Petugas yang turun kelokasi langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban kerumah sakit.
Saat dikonfirmasi Kapolsek Percut Seituan, Kompol Muhammad Agustiawan membenarkan penemuan mayat tersebut, ada pun penemuan tersebut atas informasinya yang diberikan warga sekitar pukul 07:30 WIB.
"Tadi pagi kita dapat info ada penemuan mayat dalam angkot di Jalan Letda Sujono,"ucap Agustiawan, Jumat (25/11/2022).
Ia menuturkan, personil pun langsung menuju TKP dan menemui saksi yang bernama Rahmad Syahputra, saksi mengatakan sekitar pukul 20:00 WIB, Kamis (24/11) ia melihat angkot tersebut parkir dilokasi dan mengira akan berteduh dikarenakan kondisi saat itu sedang diguyur hujan.
"Pengakuan saksi, pada malam hari tadi ia melihat kedatangan angkot tersebut dan berhenti dilokasi, tapi ia mengira angkot tersebut hendak berteduh. Karena pada saat ini memang hujan,"pungkasnya.
Agustiawan menyebutkan, saat pagi hari saksi masih melihat angkot tersebut terparkir di TKP, yang dimana menimbulkan kecurigaannya. Yang akhirnya pun ia melihat kedalam, dan menemukan seorang pria dengan kondisi telungkup namun sudah tidak bernyawa.
"Karena curiga sampai pagi angkot itu masih di TKP, ia pun melihat dan menemukan jenazah yang sudah telungkup dan tak bernyawa, maka mereka langsung menghindar ke Polsek,"jelasnya.
Dia menyebutkan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim inafis,identitas jenazah tersebut bernama Layahman Turnip (64) yang bekerja sehari hari sebagai supir angkot 04 dan tidak ditemukan tindak kekerasan ataupun penganiayaan terhadap jenazah tersebut. Dan dari hasil keterangan salah satu keluarga jenazah tersebut mengatakan, bahwa pria tersebut mengidap penyakit jantung. Sehingga pihak keluarga tidak keberatan atas meninggalnya pria tersebut.
Sambungnya, pihak korban pun meminta agar jenazah tidak dilakukan otopsi atau pun visum.
"Hasil olah TKP ditubuh jenazah tidak ada kekerasan maupun penganiayaan, dan pengakuan pihak keluarga pun, bahwa korban itu memang memiliki penyakit jantung. Maka keluarga tidak keberatan atas meninggalnya pria tersebut dan meminta agar tidak dilakukan otopsi,"tandasnya.(Red)
