TOPJURNALNEWS.COM - Dirgahayu Republik Indonesia ke 78 menyisahkan kisah pilu seorang Veteran yang kini tinggal dan menetap dilahan eks HGU PTPN II.
Perjuangan veteran yang pernah dikirim pada saat terjadi konfrontasi Malaysia dengan Indonesia pada tahun 1968 dan tergabung dalam Pasukan Dwikora dan selanjutnya pernah juga sebagai pasukan perang Trikora ke papua serta pasukan perdamaian Dunia antara Mesir dan Palestina.
Tolo Suparjo (81) merupakan salah satu pejuang veteran yang masih tersisah di Kecamatan Labuhan Deli bertempat tinggal di Jalan Sumarsono Dusun 5A, Desa Helvetia hanya bisa tinggal pasrah saja melihat hari kemerdekaan Republik Indonesia setiap tahunya.
Jika sebelumnya, ketika dirinya masih dapat bergerak selalu diundang dalam perayaan HUT RI namun sekarang dirinya tidak mampu lagi untuk menghadiri perayaan HUT RI dan hanya bisa melihat dari Televisi.
Tolo Suparjo ketika dikonfirmasi dirinya berharap kepada pemerintah untuk dapat memperhatikan nasib veteran yang masih ada,walaupun selama ini tetap ada bantuan dari pemerintah sejenis uang pensiun sebesar Rp.1.800.000 tapi tidaklah mencukupi kebutuhanya.
Tolo suparjo mengingatkan kepada para penerus bangsa untuk dapat menjaga keamanan dan keutuhan bangsa ini, sebab generasi penerus tidak ikut berperang hanya menikmati kemerdekaan bangsa.(Rud)