Dirjen SDA Kementerian PU Diminta Evaluasi Pekerjaan DI di Taput

Sebarkan:

Foto: Salah satu lokasi pekerjaan Peningkatan dan Rehabilitasi Daerah Irigasi di Taput, baru dikerjakan sudah mengalami kerusakan. (topjurnalnews.com/bisnur sitompul)
TOPJURNALNEWS.COM - Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian PU, diminta untuk mengevaluasi pekerjaan Peningkatan dan Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Provinsi Sumatera Utara.

Desakan itu dikatakan pemerhati pembangunan, Winner Simanungkalit, kepada wartawan, Selasa (20/1/2026), di Tarutung, terkait minimnya informasi pekerjaan DI di Taput.

"Minimnya informasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Taput, begitu juga dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II, ada dugaan pekerjaan Peningkatan dan Rehabilitasi DI di Taput sengaja tidak ada informasi jelas ke penerima manfaat. Sehingga bentuk transparansi pada pekerjaan ini dipertanyakan publik," kata Winner.

Dia menyebut, sejumlah indikasi permasalahan yang menjadi pertanyaan publik, yakni bangunan rehabilitasi yang dilakukan tidak memiliki suatu tanda untuk awal pekerjaan.

Perusahaan PT PP (Persero) yang mendapatkan kontrak pekerjaan tidak pernah ditemukan di lokasi pekerjaan. Konsultan sebagai pengawas pekerjaan tidak pernah diketahui di lokasi pekerjaan.

Kemudian, kata dia, para pekerja tidak melakukan program K3, sehingga rentan kecelakaan dalam pekerjaan. Minimnya papan nama untuk informasi pekerjaan tersebut.

Ada dugaan klaim progres pekerjaan di lapangan yang tidak transparan dan terkesan tumpang tindih dengan bangunan yang sudah ada dari Kabupaten.

Lalu, material yang tidak sesuai dengan mutu, seperti batu yang tidak sesuai dengan spesifikasi dan pasir yang bercampur dengan tanah.

"Sudah selayaknya Dirjen SDA mengevaluasi pekerjaan DI ini. Karena program ini memiliki semangat dan mekanisme yang mengakomodir undang-undang yang ada. Tidak, seperti yang kita lihat, dimana ada papan proyek untuk beberapa kecamatan yang berbeda," ungkap Winner.

Program pemerintah ini, disebutnya, untuk membantu dan menunjang Optimalisasi Lahan (OPLAH) dalam peningkatan swasembada pangan.

Dengan membangun irigasi untuk pengairan lahan pertanian masyarakat. Dimana diharapkan dapat meningkatkan swasembada pangan kedepannya. (bisnur sitompul)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini