TOPJURNALNEWS.COM - Bupati Tapanuli Utara (Taput), Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, bersama Wakil Bupati, Deni Lumbantoruan, dan Sekretaris Daerah, Henry Sitompul, menerima audiensi perwakilan pedagang dan mahasiswa, terkait rencana penataan dan rekonstruksi kawasan tanggul Aek Sigeaon, Tarutung, di Aula Mini Kantor Bupati Taput, Selasa (1/9/2026).
Foto: Sejumlah pedagang di sekitar tanggul sungai Aek Sigeaon Tarutung, saat berdialog dengan Bupati dan Wakil Bupati Taput. (topjurnalnews.com/prokopim taput)
Bupati Taput menyampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten Taput terbuka terhadap aspirasi masyarakat. Namun, penanganan tanggul Aek Sigeaon perlu segera dilakukan sebagai bagian dari mitigasi bencana dan penataan kawasan.
Menurut Bupati JTP Hutabarat, kondisi kawasan tersebut tidak hanya berdampak pada bantaran sungai, tetapi juga telah memengaruhi infrastruktur di sekitarnya. Dengan adanya dukungan anggaran dari pemerintah pusat, pemerintah daerah harus mengambil langkah nyata dalam melakukan penanganan dan perbaikan.
Selain penanganan tanggul, kata Bupati, pemerintah juga merencanakan penataan kawasan Aek Sigeaon menjadi lebih aman, tertata dan representatif, termasuk pengembangan kawasan pedestrian.
Menjawab kekhawatiran pedagang, Bupati menegaskan bahwa pemerintah tetap memperhatikan keberlangsungan usaha masyarakat. Dalam proses relokasi nantinya, tempat usaha akan diprioritaskan bagi pedagang lama yang telah resmi terdata.
“Pedagang lama yang sudah terdata akan menjadi prioritas. Tidak ada tempat untuk pedagang baru, tidak ada jual beli tempat, nantinya akan dilakukan sistem cabut nomor,” tegas Bupati.
Perwakilan pedagang dan mahasiswa dalam audiensi tersebut mengatakan, pada prinsipnya mereka mendukung pembangunan dan renovasi kawasan. Namun, mereka berharap pemerintah dapat memberikan solusi bagi keberlanjutan usaha para pedagang.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Deni Lumbantoruan, menegaskan relokasi dilakukan demi keselamatan masyarakat. Karena lokasi berjualan saat ini berada dekat dengan aliran sungai dan memiliki potensi risiko bencana.
“Kita ingin kawasan ini lebih aman dan tertata, tetapi para pedagang tetap harus dapat menjalankan usahanya. Pemerintah tidak akan meninggalkan masyarakat,” ujar Deni Lumbantoruan.
Wakil Bupati berharap, penataan tanggul Aek Sigeaon dapat menjadi solusi mitigasi bencana, sekaligus menciptakan kawasan yang lebih aman dan tertata, tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha para pedagang lama. (bisnur sitompul)