Pembagian masker gratis tersebut merupakan langkah antisipasi gangguan kesehatan karena polusi udara kabut asap yang menyelimuti wilayah Taput sekitarnya akibat kebakaran hutan dan lahan.
Ketua sekaligus Pendiri Yayasan PKB, Jhonson Edy Simanjorang, mengatakan kegiatan tersebut merupakan aksi kepedulian yang telah memasuki tahap ketiga dalam upaya membantu masyarakat mengurangi risiko paparan kabut asap.
"Kali ini, Yayasan Pelita Kita Bersama berkolaborasi dengan KaWaN dan GMN Taput kembali membagikan 3000 masker gratis di dua titik, yakni di Jalan DI Panjaitan, Tarutung, dan simpang tiga kawasan wisata Salib Kasih, Siatas Barita," ujar Jhonson.
Ia menjelaskan, sebelumnya Yayasan PKB telah membagikan 6000 masker gratis di dua titik di wilayah Tarutung. Selain itu, pihaknya juga menyambangi sejumlah sekolah mulai dari pendidikan anak usia dini, SD, hingga SMP di kecamatan Siatas Barita untuk membagikan 3000 masker kepada para pelajar.
Menurutnya, pembagian masker tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di tengah kondisi kabut asap yang mengganggu kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan.
Kegiatan pembagian masker kali ini turut dihadiri Ketua Umum KaWaN, Tulus Sibuea, Sekretaris Jenderal KaWaN, Patar Lumban Gaol, serta sejumlah anggota dari organisasi tersebut.
Melalui kolaborasi ini, organisasi tersebut berharap pembagian masker dapat membantu masyarakat melakukan langkah perlindungan diri, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang baik.
Sementara Ketua Umum KaWaN, Tulus Sibuea berharap, pemerintah dapat segera menangani kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah daerah di Kalimantan dan di pulau Sumatera sebagai sumber asal dari kabut asap yang menyelimuti wilayah Sumut, khususnya wilayah Taput.
"Harapan kita, segera hal ini dapat ditangani, sehingga kabut asap ini dapat berangsur hilang. Para oknum yang menjadi dalang pembakar hutan dan lahan juga harus segera diusut agar kejadian ini tidak kembali terulang," kata Tulus. (bisnur sitompul)
