Ratusan Guru di Batu Bara Ikuti Tes urine

Sebarkan:

Teks foto : Kadis Pendidikan Kabupaten Batu Bara Ilyas Sitorus saat meninjau pelaksanaan tes urine bagi kalangan guru 

TOPJURNALNEWS.COM - Tes urin di kalangan pendidik kerjasama Dinas Pendidikan (Disdik) dengan BNN Kabupaten Batu Bara, bukan untuk mencari kesalahan, tapi menjadi bagian dari pembinaan ASN dalam rangka deteksi dini penyahgunaan obat dan narkotika. 

Hal tersebut disampaikan Bupati Batu Bara, Ir. H. Zahir, M. AP., melalui Kadis Pendidikan Ilyas Sitorus saat menghadiri  pelaksanaan tes urin di SMP Negeri 2 Medang Deras, Kab Batu Bara, Rabu 1 November 2021.

Menurutnya yang dilakukan hari ini murni berupa pengawasan reguler yang dilakukan sesuai dengan perintah Bupati Batu Bara sebagai tindaklanjut Inpres Nomor 2 tahun 2020 tentang Rencana Aksi P4GN. Jadi Ini hal yang sangat positif karena kalau membicarakan pendidikan yang berkarakter harus dimulai dari guru dulu,” kata Mantan Karo Humas Pemprovsu ini. 

Masih menurut Ilyas, terkait penggunaan narkoba di kalangan guru, kemungkinan pontensi penggunaannya pasti ada. “Saya kira bukan hanya di kalangan guru saja, semua kalangan ada. Hanya bagaimana caranya agar para guru ini tidak terjerumus pada penyalahgunaan narkoba,” katanya. 

Tetapi sejauh ini, pihaknya belum menemukan ada satu atau dua orang oknum guru yang terlibat narkoba, khususnya di Kabupaten Batu Bara. Dan terbukti dari 147 guru di lokasi UPTD SMPN 2 Medang Deras semua hasilnya negative narkoba.

Data tes urine ini, nantinya akan ditindaklanjuti dengan assesment oleh pihak Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batu Bara dibawah Pimpinan AKBP Zainuddin Sag, SH dan akan diuji secara spesifik. 

“Kita dengan BNNK sudah ada kesepahaman semua masuk ranah hukuman disiplin. Jadi, jika nanti dari hasil assessment ada ASN yang menunjukan perlu diberikan hukuman disiplin, pihaknya akan memberikan tiga hukuman seperti hukuman ringan, sedang dan berat, atau pemberhentian dari ASN” pungkas Ilyas sebagaimana yang selalu disampaikan Bupati Zahir. 

Makanya beliau selalu berpesan pada ASN di lingkungan Pemkab Batu Bara untuk menghindari dan jangan dekati Narkoba, apalagi mencoba mengkomsinya. “Saya tidak akan segan-segan untuk membebas tugaskan bahkan memberhentikan sebagai ASN,” ulang Ilyas menirukan ucapan Bupati yang selalu disampaikan dalam banyak kesempatan terkait ASN yang terlibat narkoba. 

Sementara Kepala BNNK Batu Bara AKBP Zainuddin S.Ag SH, yang diwakili Kasi rehabilitas Muhammad Hendro, mengatakan, dalam upaya  meminimalisir penanggulangan narkoba, BNN tidak hanya menggunakan pendekatan demand reduction melalui rehabilitasi, pencegahan, dan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga menggunakan pendekatan supply reduction, dengan sasaran bandar dan pengedar narkoba. 

Lebih lanjut Hendro mengatakan, kegiatan ini merupakan  penguatan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika (P4GN),  sebagaimana diatur dalam Inpres No 2 tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN. 

Hadir dalam kesempatan tersebut selain Kadisdik Batu Bara, Ilyas Sitorus, Ka. BNNK Batu Bara yang  diwakili Kasi Rehabilitasi BNN M. Hendro, Ka. UPTD SMPN-2 Medang Deras Frans Raja Gukguk, Bantuan Hukum  Pemkab Batu Bara A. Yani SH, K3S se Kab Batu Bara, Kepala sekolah dan dewan guru Kec. Medan Deras, Sei Suka, dan Laut Tador. (SA)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini