Resmikan Laboratorium Kateterisasi Jantung RSUD Tarutung, Bupati Taput Harap Tingkatkan Pelayanan dan Kepercayaan Masyarakat

Sebarkan:

Foto: Bupati Taput, JTP Hutabarat, bersama Direktur RSUD Tarutung, dr Bobby Simanjuntak, dan dokter spesialis jantung dan neurologi, meninjau Laboratorium Kateterisasi jantung yang baru diresmikan. (topjurnalnews.com/bisnur sitompul)
TOPJURNALNEWS.COM - Bupati Tapanuli Utara (Taput), Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, meresmikan layanan Cathlab atau Laboratorium Kateterisasi Jantung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarutung, Kamis (18/6/2026).

Direktur RSUD Tarutung, dr Bobby Simanjuntak, menjelaskan pengadaan Laboratorium Kateterisasi Jantung ini adalah progam pemerintah pusat dari Kementerian Kesehatan untuk meratakan akses dan mutu layanan rujukan prioritas di seluruh Indonesia, yaitu Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi (Ginjal), dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Program ini merupakan bagian dari penguatan rumah sakit untuk jaringan rujukan nasional dengan target utama menghadirkan layanan kateterisasi jantung dan penyakit saraf invasif di rumah sakit kabupaten/kota.

'Kabupaten Taput salah satu dari 170 rumah sakit target pembangunan Cathlab di seluruh Indonesia. RSUD Tarutung menjadi satu diantaranya mengelola Cathlab ini," ujar dr Bobby Simanjuntak.

Lanjutnya, berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan, dari seluruh target mulai tahun 2024 hanya 70 rumah sakit yang sudah selesai dibangun, termasuk RSUD Tarutung.

Instalasi cathlab di RSUD Tarutung mulai dibangun pada 6 April hingga 4 Mei 2026. Setelah itu, Kemenkes melakukan pelatihan alat Cathlab kepada tenaga medis, baik itu dokter, perawat dan radiologi, walaupun sebelumnya dokter spesialis, dr. Erwin Sinaga, Sp.JP, sudah dilatih dan memiliki sertifikat untuk melaksanakan kateterisasi jantung di RSUD Tarutung.

Termasuk juga dokter Neurologi, dr. Sri Ulina Barus, Sp.N, yang sudah dilatih untuk penanganan stroke. Dimana, untuk pasien pendarahan di otak sudah bisa ditangani di RSUD Tarutung, termasuk pemasangan ring jantung.

"Bukan hanya jantung, dokter neurologi juga sudah bisa menangani pasien stroke di rumah sakit ini," imbuh dr. Bobby Simanjuntak.

Dia menambahkan, kemarin tim dari Rumah Sakit Adam Malik Medan sudah turun ke RSUD Tarutung untuk memeriksa bangunan, alat-alat dan sumber daya manusia petugas medis. Setelah dinilai, akhirnya layak mengoperasikan Cathlab. Lalu, pada 8 Mei 2026 dilakukan serah terima alat Cathlab dari Kemenkes ke RSUD Tarutung.

"Untuk itu, kita segera meresmikan dan kita sekarang sudah mengurus izinnya. Setelah ini nanti kita mengajukan untuk kredensial ke BPJS Kesehatan. Karena peraturannya harus kredensial atau dinilai dulu kelayakan peralatan kita, baru kita melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan BPJS Kesehatan," ungkap dr Bobby.

Sementara, Bupati Taput JTP Hutabarat, mengatakan kehadiran Cathlab ini merupakan salah satu layanan penunjang berbagai alat kesehatan di RSUD Tarutung.

Dia mengatakan, RSUD Tarutung harus mampu lebih meningkatkan infrastruktur, seperti bangunan. Kemudian, untuk peralatan dengan kecanggihan teknologi, lalu pelayanan para tenaga medis. Karena Ini sangat mempengaruhi kepercayaan masyarakat.

Bupati Taput menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang memberikan kontribusi untuk fasilitas kesehatan masyarakat. Dia berharap, dengan kehadiran Cathlab ini mampu memperkuat RSUD Tarutung menjadi rumah sakit rujukan yang unggul di kawasan Tapanuli.

Kepada para dokter, perawat dan pegawai, Bupati JTP Hutabarat menegaskan untuk lebih meningkatkan pelayanan. Berkomitmen harus mengedepankan pelayanan terbaik melalui peningkatan kompetensi, serta mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada RSUD Tarutung dengan adanya alat kesehatan yang baru. (bisnur sitompul)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini