TOPJURNALNEWS.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah melaporkan sejumlah bangunan rumah dan fasilitas infrastruktur di beberapa daerah mengalami kerusakan pascagempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Selasa (16/6/2026) pagi.
“Hasil pemantauan sementara menunjukkan terdapat kerusakan bangunan dan infrastruktur di sejumlah daerah terdampak. Tim reaksi cepat sedang melakukan pendataan di lapangan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, di Palu, Selasa siang.
Berdasarkan laporan awal yang dihimpun BPBD, dampak guncangan di Kota Palu memicu keretakan pada struktur Jembatan III Palu, serta menyebabkan beberapa bangunan warga dilaporkan roboh.
Dampak signifikan juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Sigi. Sejumlah bangunan di wilayah tersebut mengalami kerusakan fisik, disusul terjadinya insiden tanah longsor di kawasan Gunung Kamarora, serta putusnya jaringan saluran air bersih masyarakat.
Sementara itu, kerusakan bangunan juga terdeteksi di Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso. Di wilayah Poso, akses jalan vital di kawasan Napu dilaporkan mengalami kerusakan sdan saat ini masih dalam proses pendataan serta pemetaan lebih lanjut oleh petugas di lapangan.
Hingga pukul 13.38 WITA, BPBD Sulawesi Tengah mencatat aktivitas seismik di wilayah tersebut masih fluktuatif dengan terjadinya rentetan gempa susulan (aftershocks). Tercatat ada 46 kali gempa susulan dengan rincian: 1 kali gempa bermagnitudo 5, lalu 10 kali gempa bermagnitudo 4, kemudian 31 kali gempa bermagnitudo 3, dan 4 kali gempa bermagnitudo 2.
Asbudianto menegaskan bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama Pusdalops BPBD di tingkat kabupaten dan kota terdampak terus bersiaga dan berkoordinasi intensif di lapangan. Hingga berita ini diturunkan, data mengenai jumlah korban jiwa, korban luka, maupun total pengungsi masih dalam tahap verifikasi dan pendataan.
Pihak BPBD mengimbau agar masyarakat di wilayah terdampak tetap tenang, tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan. Warga juga diminta hanya mempercayai informasi resmi yang dirilis oleh pemerintah dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Sebelumnya, BMKG merilis data bahwa gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,7 tersebut mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya pada Selasa pukul 10.27 WIB (11.27 WITA). Episentrum gempa terletak di darat pada koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur, atau tepatnya berpusat di 42 kilometer arah tenggara Kota Palu. Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal dengan kedalaman 10 kilometer, serta dinyatakan tidak berpotensi memicu tsunami.(Antara)
