TOPJURNALNEWS.COM - Dengan melakukan langkah-langkah strategis dalam upaya memacu produksi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, Holding PTPN III optimis bisa meningkatkan produksi minyak goreng dan gula pasir di angka 1,8 juta ton per tahun.
Teks foto :Direktur Holding PTPN III Muhammad Abdul Ghani.
Direktur Utama Holding PTPN III, Muhammad Abdul Ghani mengungkapkan, saat ini pihaknya mampu memproduksi 3,1 juta ton CPO, targetnya tahun 2026, 3 juta ton akan diolah menjadi produksi hilir di antaranya menjadi 1,8 juta ton minyak goreng kemasan atau setara 2 juta liter. “Jika ini bisa dicapai maka kita bisa menguasai sekitar 90 persen dari kebutuhan nasional yang mencapai 2,4 juta ton per tahun,” jelas Abdul Ghani.
Di sisi gula pasir ditargetkan tahun 2025, PTPN group akan mampu menhasilkan 1,8 juta ton gula pasir atau setara 60-70 persen kebutuhan dalam negeri yang mencapai 3,2 juta ton per tahun.
Dengan peningkatan produksi untuk menyangga kebutuhan nasional maka, Abdul Ghani optimis, tidak akan terjadi lagi gonjang-ganjing minyak goreng seperti yang terjadi beberapa waktu terakhir.
KONVERSI LAHAN NON-PRODUKTIF
Salah satu langkah yang dilakukan, di samping memacu produksi petani tebu di pula Jawa dengan memperluas lahan-lahan tebu petani, PTPN group juga akan mengkonversi lahan-lahan perkebunan karet, kopi dan kelapa sawit yang tidak produksi untuk memperluas lahan mencapai 100 ribu hektar secara bertahap. “Para petani akan kita bantu mulai dari permodalan, pupuk, bahkan sampai meng-asuransikan mereka,” jelas Abdul Ghani. Targetnya tahun 2022, PTPN group akan memproduksi 1,1 juta ton gula pasir, tambahnya. (SA)