TOPJURNALNEWS.COM - Pagelaran Seni Budaya Pakpak Dairi pada perhelatan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), yang digelar di Panggung Budaya PRSU, Jalan Jendral Gatot Subroto, Medan, pada Minggu (19/7/2026) malam kemarin, mendapat sorotan dari Pengurus Besar Lembaga Kebudayaan Pakpak (PB LKP).
PB LKP merasa kecewa dengan dibatalkannya penampilan dari beberapa pelaku seni yang tadinya sudah direncanakan untuk tampil.
Kekecewaan tersebut disampaikan oleh Ketua PB LKP, Raja Zuhri Bintang kepada awak media melalui pesan WhatsApp, Senin (20/7/2026).
"MC (Master Ceremony.red) tidak memberikan kesempatan/mencekal penyanyi kita Trio PB LKP (Saringar, Kece & Jusfri ) untuk tampil padahal sudah naik ke pentas," kata Zuhri Bintang mengungkapkan kekecewaannya.
Padahal menurut Zuhri, sebelumnya sudah diinfokan bahwa para penyanyi asal Dairi itu akan tampil.
"Sebelumnya penyanyi kita sudah chek sound dan telah diberi bet untuk tampil," ucapnya kesal.
Menurut penuturan Ketua LKP itu, keikutsertaan mereka dalam perhelatan PRSU itu adalah permintaan langsung dari Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Dairi.
"Jauh hari sebelumnya Kadisbudpar yang minta tolong untuk meramaikan acara di Festival Seni Budaya Pakpak Kab Dairi di PRSU," ungkapnya.
"Kita tidak dibayar satu sen pun. Tapi demi membesarkan nama Dairi, kita siap berpartisipasi. Namun dikecewakan oleh panitianya, yaitu Kadis," tambahnya.
Akibat dicekalnya penampilan dari para talenta seni tersebut, katanya sempat juga terjadi kericuhan oleh pengunjung yang merasa kecewa.
Atas persoalan ini, PB LKP berencana untuk segera menghadap ke Bupati Dairi.
"Kami PB LKP akan segera menghadap ke Pak Bupati untuk mengevaluasi Kadis untuk segera dibimbing karena tidak mampu dan tidak memahami tupoksinya," pungkas Ketua PB LKP itu.(Hartono)
