TOPJURNALNEWS.COM - Bupati Tapanuli Utara (Taput) Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, didampingi Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan, unsur Forkopimda, sejumlah pimpinan perangkat daerah, serta masyarakat terdampak bencana alam, melakukan penanaman pohon durian sebagai bagian dari upaya penghijauan dan pemulihan lingkungan pascabencana hidrometeorologi. 
Foto: Bupati Taput JTP Hutabarat mencanangkan penanaman sejuta pohon di Adiankoting. (topjurnalnews.com/diskominfo taput)
Kegiatan pencanangan penanaman sejuta pohon durian dilaksanakan di lima lokasi, yakni di Kecamatan Adiankoting, Parmonangan, Pahae Jae, Purbatua, dan Simangumban. Pusat pelaksanaan dilakukan di lokasi Hunian Tetap Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting, Jumat (13/2/2026).
Bupati Taput mengatakan, program ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam merehabilitasi lahan terdampak bencana, sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan dalam jangka panjang.
“Penanaman sejuta pohon durian dan kemenyan ini bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan sebuah gerakan bersama untuk membangun masa depan Taput yang lebih hijau, lebih produktif, dan lebih sejahtera,” ujar Bupati JTP Hutabarat.
Dikatakannya, durian dan kemenyan merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan sangat potensial dikembangkan di Kabupaten Taput.
Melalui penanaman secara masif, program ini diharapkan mampu menghijaukan kembali lahan kritis, meningkatkan pendapatan petani, mendorong terbentuknya kawasan durian Taput, serta memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat pedesaan.
Sementara Plt Kepala Dinas Pertanian, Viktor Siagian, menjelaskan pada tahun 2025 pemerintah kabupaten Taput telah menyalurkan sebanyak 2.500 batang bibit durian kepada kelompok tani yang bersumber dari P-APBD 2025.
Pada kegiatan pencanangan hari ini ditanam sebanyak 500 batang durian lokal. Untuk tahun 2026, telah dialokasikan 2.100 batang bibit, serta tambahan 1.000 batang bibit dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. (bisnur sitompul)