TOPJURNALNEWS.COM - Bupati Tapanuli Utara (Taput), Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, menerima kunjungan kerja Komisi VII DPR RI yang dipimpin Saleh Partaonan Daulay, di aula Martua Kantor Bupati Taput, Kamis (3/9/2026). 
Foto: Bupati Taput, JTP Hutabarat, menerima kunjungan kerja dari Komisi VII DPR RI. (topjurnalnews.com/diskominfo taput)
Pertemuan strategis ini berfokus pada pengawasan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan percepatan pemulihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Bupati Taput memaparkan potensi besar daerah ini yang didominasi oleh sektor pertanian, industri kerajinan ulos, hingga pariwisata religi. Pemkab Taput gencar mendorong mekanisasi pertanian serta hilirisasi komoditas unggulan seperti kopi, jagung, dan durian lokal agar memiliki nilai tambah tinggi.
"Fokus utama kami adalah membawa Taput menuju daerah yang bertani dan modern. Melalui program mekanisasi dan hilirisasi, kami ingin memfasilitasi para petani dan pengrajin agar produktivitas serta kesejahteraan mereka semakin meningkat," ujar Bupati JTP Hutabarat.
Bupati juga memperjuangkan aspirasi masyarakat di lapangan terkait kendala permodalan yang dihadapi para pelaku usaha lokal. Ia menegaskan kesiapannya untuk melakukan pendampingan dari tingkat desa hingga kabupaten agar penyaluran modal usaha berjalan tepat sasaran.
Sementara itu, dukungan penuh disampaikan oleh Ketua Tim Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay. Pihaknya menekankan bahwa program pembiayaan KUR hadir untuk menopang ketahanan ekonomi masyarakat bawah sehingga perbankan wajib menjalankan ketentuan yang ada tanpa memberatkan warga.
"Penyaluran KUR untuk plafon hingga Rp100 juta tidak boleh memakai agunan tambahan. KUR ini dirancang untuk mengembangkan ekonomi rakyat kecil, sehingga aksesnya harus dipermudah agar perekonomian masyarakat di daerah bisa bangkit," ungkap Saleh Partaonan Daulay. (bisnur sitompul)