TOPJURNALNEWS.COM - Eksekusi lahan 32 hektar di Jalan Serbaguna Pasar 4,Desa Helvetia, Kecamatan Labuhandeli, Kab. Deliserdang berakhir ricuh, Kamis 29 Oktober 2026 siang.
Akibat bentrokan tersebut, sejumlah petugas kepolisian mengalami luka luka akibat terkena lemparan batu, botol kaca dan bomo molotov massa.
Pengamatan wartawan dilokasi, sebelum terjadi bentrokan Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring turun langsung kelokasi guna melakukan negosiasi dan pendekatan terhadap masyarakat agar mau membuka blokade sehingga pihak PN Lubukpakam bisa membacakan putusan atas lahan tersebut yang telah ikra.
Namun, setelah dilakukan negosiasi tak menemukan jalan keluar. Pihak kepolisian akhirnya melakukan aksi pembukaan blokade jalan dengan paksa.
Tapi aksi tersebut langsung mendapat perlawanan dari warga, dengan menggunakan batu, botol kaca dan bom molotov warga melempari petugas.
Petugas sempat bertahan dan tak melakukan perlawanan, namun karena kondisi sudah dan kondusif lagi Kapolres Pelabuhan Belawan memutuskan untuk menarik personil dan membatalkan pembacaan keputusan PN Lubuk Pakam dilokasi.
Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring kepada wartawan mengatakan pihaknya disini sebagai pengamanan yang diminta oleh PN Lubuk Pakam.
"Pihak PN Lubuk Pakam meminta kita untuk melakukan pengamanan dalam pembacaan keputusan masalah sengketa lahan yang telah memiliki putusan ikra"ucapnya.
Lebih lanjut disampaikan Kapolres, sebelumnya pihaknya sudah beberapa kali melakukan mediasi dan pendekatan terhadap tokoh tokoh yang berada dilahan tersebut untuk mencari jalan solusinya.
"Beberapa kali kita sudah menjembatani kedua bela pihak untuk bermeditasi agar persoalan lahan ini diselesaikan secara damai, namun belum nemukan jalan keluar,"jelasnya.
Kapolres menyampaikan bentrokan yang terjadi tadi sejumlah petugas mengalami luka luka.
"Ada beberapa anggota yang mengalami luka, saya juga sudah perintahkan anggota untuk mengecek warga apa ada luka tidak, kalau ada agar segera dapat diobati,"sebutnya.
"Saya menarik dan membatalkan kegiatan pembacaan eksekusi hari ini untuk menghindari bentrokan semakin meluas dan kita lihat tadi banyak anak anak dan ibu disana, saya tidak mau menyakiti masyarakat. Kita akan coba melakukan mediasi lagi kepada warga,"tambahnya.
Dalam kesempatan ini Kapolres meminta kepada masyarakat agar jangan terpancing dengan aksi provokasi dan bertindak anarkis.
"Saya berharap kedepannya warga bisa lebih berpikir secara positif dan mengedepankan musyawarah. Karena dengan begitu tidak perlu ada kontak fisik lagi,"harapnya.(RI)
