Korban Banjir dan Longsor di Taput 9 Orang Meninggal Dunia, 27 Orang Hilang

Sebarkan:

Foto: Korban meninggal dunia tanah longsor di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Taput, saat dievakuasi sejumlah warga dan petugas. (topjurnalnews.com/humas polres taput)
TOPJURNALNEWS.COM - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), pada Selasa 25 November 2026 lalu, telah mengakibatkan bencana alam banjir dan tanah longsor di beberapa kecamatan.

Setelah dua hari, enam kecamatan di Taput yang paling terdampak bencana alam banjir yaitu, kecamatan Pahae Jae, Purbatua, Siatas Barita, Tarutung. Banjir paling parah terjadi di Kecamatan Purbatua dan Pahae Jae.

"Situasi saat ini di enam kecamatan tersebut masih bisa berhubungan dengan masyarakat dan sudah kita berikan bantuan makanan dan dapur umum, terutama yang terisolir," kata Bupati Taput, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, saat konferensi pers di halaman kantor Bupati, Kamis (27/11/2025).

Kemudian, kata Bupati Taput, bencana tanah longsor yang paling besar terjadi di Kecamatan Adiankoting dan Parmonangan. Kondisi jalan menuju Adiankoting ke Tapanuli Tengah dan Sibolga, masih putus total karena ada 40 titik jalan longsor dan amblas. Saat ini sedang diupayakan pembersihan agar bisa di lintasi kendaraan.

Tim sedang bekerja bagaimana agar akses jalan kedua kecamatan tersebut bisa dilalui. Karena tanah longsor paling parah terjadi di Kecamatan Adiankoting yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Lanjutnya, di kecamatan Adiankoting, terjadi tanah longsor beberapa titik di Desa Siantar Naipospos, Torhonas, Pagaran Lambung, dan Pancurbatu.

"Skala prioritas bagaimana koneksi jalan kita bisa dilalui ke Tapanuli Tengah dan Sibolga. Yang masih bisa di lalui dari Tarutung hanya sampai Desa Lobupining dan harapan kita hari ini bisa akses sampai Adiankoting. Paling parah itu dari Adiankoting ke Desa Sibalanga," jelas Bupati JTP Hutabarat.

Informasi diperoleh dari Polres Taput, melalui Kasi Humas, Aiptu Walpon Baringbing, korban meninggal dunia akibat bencana alam tanah longsor dan banjir yang telah ditemukan sebanyak 9 orang. 

Di Desa Parsingkaman Kecamatan Adiankoting telah dievakuasi 2 orang meninggal dunia, di Desa Sibalanga ditemukan 5 orang korban, dan di Kecamatan Parmonangan 2 orang.

Sementara yang dinyatakan hilang dan masih dilakukan pencarian sebanyak 27 orang. Untuk pencarian korban hilang masih terkendala cuaca buruk dan akses menuju lokasi longsor masih cukup sulit.

Saat ini pemerintah dibantu TNI, Polri, BNPB dan para relawan sudah turun berkolaborasi untuk membuka akses jalan, mengevakuasi dan mencari korban yang masih hilang. (bisnur sitompul)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini