Warga Terdampak Bencana Sumatera Tinggalkan Pengungsian Setelah Huntara Diresmikan Mendagri

Sebarkan:

Foto: Bupati Taput bersama warga terdampak bencana usai peresmian Huntara di Desa Sibalanga, Adiankoting. (topjurnalnews.com/diskominfo taput)
TOPJURNALNEWS.COM - Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, meresmikan Hunian Sementara (Huntara) dan menyerahkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) secara serentak di tiga provinsi, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. 

Peresmian dilaksanakan secara hybrid yang dipusatkan di Lapangan Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, diikuti secara daring oleh Bupati Tapanuli Utara (Taput) Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, didampingi Wakil Bupati Deni Lumbantoruan, Dandim 0210/TU Letkol Kav Ronald Tampubolon, Wakapolres Taput, pimpinan perangkat daerah, serta masyarakat terdampak bencana di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Taput, Kamis (5/2/2026).

‎Gubernur Sumut Bobby Nasution menyampaikan apresiasi kepada Mendagri dan mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto karena perhatian pemerintah pusat kepada daerah terdampak bencana. 

Dia mengatakan, komitmen pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota agar sebelum bulan Ramadhan tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di posko pengungsian, melainkan telah menempati Huntara, hunian hotel, atau rumah kontrakan yang difasilitasi pemerintah.

‎Mendagri Tito Karnavian mengapresiasi langkah cepat Gubernur Sumut serta para kepala daerah dalam mempercepat penyediaan Huntara.

Dikatakannya, peresmian ini dilaksanakan serentak di delapan kabupaten/kota terdampak bencana, dengan total 1.300 unit Huntara di seluruh lokasi.

Sementara Bupati Taput menjelaskan, pendataan rumah terdampak telah selesai diverifikasi By Name By Address (BNBA). Dari 486 unit rumah terdampak, tercatat 258 unit rusak berat, 39 rusak sedang, dan 189 rusak ringan. Seluruh data telah disampaikan ke pemerintah pusat.

‎Untuk penanganan, Pemkab Taput telah membangun 103 unit Hunian Tetap (Huntap), 58 unit secara in situ atau di tempat aslinya, serta 40 unit Huntara.

"Mulai hari ini tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di pengungsian, bantuan DTH telah disalurkan kepada 112 rumah tangga dan masih terus kita usulkan untuk keluarga lainnya,” ujar Bupati JTP Hutabarat.

Dia menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana secara terpadu, dengan tujuan memulihkan kehidupan masyarakat dan mendorong kondisi lebih baik sebelum bencana. (bisnur sitompul)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini