TOPJURNALNEWS.COM - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, meninjau lokasi pembangunan 103 unit Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Kamis 26/3/2026.
Foto: Menteri PKP bersama Menteri Dalam Negeri, serta Bupati Taput, saat melihat langsung progres pembangunan huntap di Kecamatan Adiankoting. (topjurnalnews.com/bisnur sitompul)
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan progres pembangunan huntap berjalan sesuai rencana untuk menjamin warga korban bencana alam yang terjadi pada November 2025 memperoleh tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman.
Dihadapan warga terdampak bencana, Maruarar menegaskan komitmen pemerintah agar seluruh warga yang rumahnya rusak akibat bencana mendapat hunian tetap.
“Semua warga korban yang rumahnya rusak harus mendapat hunian tetap, jangan ada yang tidak dapat,” tegas Maruarar.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah pusat, Maruarar juga langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk menghubungi Kepala BPS Pusat untuk mempercepat proses verifikasi data yang telah diusulkan Pemerintah Kabupaten Taput.
Selain rumah, kata Maruarar, para penghuni huntap nantinya juga akan menerima bantuan perlengkapan rumah tangga berupa dua unit springbed beserta bantal, sofa, meja tamu, serta meja makan.
"Bantuan rumah hunian tetap ini berasal dari dukungan Yayasan Buddha Tsu Zhi Indonesia dan Kementerian Sosial," ujar Maruarar Sirait.
Sementara Bupati Taput, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, menjelaskan kepada masyarakat bahwa status kepemilikan rumah huntap akan diserahkan sepenuhnya kepada penghuni setelah 15 tahun.
Kebijakan tersebut dinilai memberi kepastian tempat tinggal sekaligus harapan baru bagi warga terdampak untuk memulai kembali kehidupan mereka.
Di akhir kunjungan, Maruarar menyampaikan apresiasi kepada pihak kontraktor yang mengerjakan pembangunan huntap. Dia berharap pembangunan seluruh huntap ini dapat selesai tepat waktu agar segera ditempati masyarakat.
Kehadiran pemerintah pusat di lokasi huntap itu dinilai sebagai bentuk nyata dan komitmen terhadap percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Taput, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak. (bisnur sitompul)