Hari Kartini di Taput Momentum Perkuat Perjuangan Hak Perempuan

Sebarkan:

Foto: Ketua TP PKK Taput, Ny Neny Angelina JTP Hutabarat, saat acara peringatan hari Kartini ke-147 di Taput. (topjurnalnews.com/diskominfo taput)
TOPJURNALNEWS.COM - Peringatan hari Kartini di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) diawali dengan aksi simbolis pelepasan balon bertuliskan "Stop Kekerasan kepada Perempuan dan Anak", di menara Lonceng, Tarutung, Selasa (28/4/2026).

Ketua TP PKK Kabupaten Taput, Ny Neny Angelina JTP Hutabarat didampingi Staf Ahli TP PKK Taput Ny Lisa Deni Lumbantoruan, kemudian memimpin jalan santai menuju lokasi acara di Sopo Partungkoan Tarutung, sambil membagikan leaflet edukatif kepada masyarakat sebagai bentuk sosialisasi pencegahan kekerasan.

Dalam arahannya, Bupati Taput, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat Hutabarat, menekankan peranan perempuan, khususnya sosok Ibu yang merupakan fondasi keberhasilan sebuah keluarga.

Dia menyoroti pentingnya kesetaraan gender dalam pengambilan kebijakan. Dimana kombinasi antara logika dan perasaan yang dimiliki perempuan mampu menghasilkan kebijakan yang berkeadilan.

"Hari Kartini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen kita terhadap perjuangan hak perempuan dan anak," ujar Bupati JTP Hutabarat.

Dia mendorong masyarakat, terutama orang tua, untuk berani melapor jika terjadi kekerasan. Jangan menganggap hal tersebut sebagai aib yang harus ditutupi, karena perlindungan hukum bagi korban adalah prioritas utama.

Bupati juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran perangkat daerah, mulai dari Dinas Sosial PPPA, Kesehatan, hingga Pendidikan, untuk berkolaborasi aktif dalam menghapus praktik pernikahan dini dan membangun lingkungan yang ramah anak di sekolah maupun tempat kerja.

‎Senada, Ketua TP PKK Taput, Ny Neny Angelina JTP Hutabarat, memberikan apresiasi atas meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melapor. Menurutnya, peningkatan data laporan kekerasan di dinas terkait menunjukkan bahwa ruang pengaduan yang dibuka pemerintah telah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

"Kita tidak boleh melakukan pembiaran. Diam berarti membiarkan kekerasan terus terjadi. Mari kita jadikan lingkungan keluarga sebagai tempat paling aman. Perempuan harus berdaya, dan anak-anak sebagai generasi penerus harus terlindungi sepenuhnya," kata Ny Neny Angelina.

Sementara Plt Kadis Sosial PPPA Taput, Bontor Hutasoit, menjelaskan peringatan Hari Kartini ke-147 ini juga diisi dengan berbagai kegiatan strategis, di antaranya penandatanganan surat komitmen pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penyerahan bantuan sosial permakanan bagi perempuan penyandang disabilitas.

Kemudian, sosialisasi lintas sektor mencakup strategi preventif penanganan TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang), kebijakan Polres Taput dalam perlindungan perempuan dan anak, peran aktif agama dalam menolak kekerasan, serta sosialisasi kesehatan terkait kanker serviks, workshop merangkai bunga sebagai bentuk pemberdayaan kreatifitas perempuan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Henry M M Sitompul, pimpinan perangkat daerah, organisasi perempuan seperti Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, Adhyaksa Dharmakarini, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), serta perwakilan kader PKK desa se-Kabupaten Taput. (bisnur sitompul)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini