Minta Dikirim ke Negara Ketiga, 300 Orang Pengungsi Afghanistan Bertahan di Depan Gedung UNHCR Medan

Sebarkan:

Teks foto : Para pengungsi Afghanistan yang masih terus melakukan aksi menginap di tenda darurat di trotoar depan kantor perwakilan UNHCR di Jalan Imam Bonjol Medan.
TOPJURNALNEWS.COM - Sebanyak 300 orang warga pengungsi asal Afghanistan yang terkatung-katung di Medan, Sumatera Utara, terus menuntut UNHCR, Badan Perwakiln PBB untuk urusan pengungsian, segera mengirim mereka ke negara ketiga, seperti Australia, atau Amerika. Sebab sudah hampir sepuluh tahun mereka terkatung-katung di tempat penampungan sementara di Medan.

Dalam keterangannya di depan kantor perwakilan UNHCR di Medan Rabu (01/12), koordinator pengungsi Afghanistan Juma, menyebutkan, sampai saat ini tidak ada kejelasan tentang nasib mereka sebagai pengungsi. Mereka juga tidak pernah mendapatkan informasi kapan akan diberangkatkan menuju negara ketiga yang akan menampung mereka. "Pulang kembali ke negara kami yang terus berkonflik juga tidak mungkin. Lalu bagaimana nasib kami?" ujar Juma.

Sampai saat ini sebagian besar dari pengungsi yang berusia muda masih terus bertahan dengan aksi menginap di depan gedung perwakilan UNHCR di Jalan Imam Bonjol Medan. Sudah 30 hari meteka bertahan di tenda-tenda sederhana yang meteka dirikan di atas trotoar Jalan di pusat kota Medan itu. Namun sampai menjelang tengah hari masih belum ada kejelasan dari pihak UNHCR yang terkesan terus menutup pintu dialog dengan para pengungsi.

Kasus pengungsi Afghanistan kembali mencuat di Medan, setelah sehari sebelumnya salah seorang pengungsi bernama Ahmadsyah (20) nekad melakukan aksi bakar diri di depan kantor perwakilan UNHCR tersebut. Ahmadsyah menyulut dirinya dengan api sehingga menimbulkan kegemparan. Syukur nyawanya bisa tertolong setelah seorang petugas security gedung UNHCR menyemprotkan racun api ke tubuh Ahmadsyah. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit Siloam yang ada di seberang jalan depan gedung UNHCR.

Menurut Juma sudah 14 orang warga pengungsi Afghanistan yang melakukan tindakan bunuh diri. Tujuh orang berhasil diselamatkan nyawanya termasuk Ahmadsyah. "Mereka depresi karena keadaan yang tidak ada ujungnya ini. Entah Sai kapan kami diperlakukan seperti ini, " cetus Juma.(SA)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini