Kericuhan Terjadi Saat Lapangan Bola Kaki Kota Bangun Dipagar

Sebarkan:

TOPJURNALNEWS.COM - Pemagaran lapangan bola kaki yang berada di Jalan Boxit Lingkungan I, Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan ricuh, Selasa (30/8/2022) pagi.

Pasalnya, puluhan warga didominasi kaum ibu - ibu sempat menghalangi pihak perusahaan PT. Growht Asia yang dikawal Polri dan TNI hendak melakukan pemagaran terhadap lapangan bola kaki yang memiliki luas 1,2 hektar.

Sempat terjadi saling dorong dan dua orang warga yang dianggap sebagai provokator sempat diamankan pihak kepolisian. Namun, setelah dilakukan negosiasi kedua warga tersebut dikembalikan kepada keluarganya.

Halimah (67) salah satu warga sekitar menyebutkan, kalau lapangan tersebut sudah dikelolah oleh masyarakat puluhan tahun sebagai sarana olah raga.

"Sejarah tanah ini adalah lahan milik perkebunan dan masyarakat sekitar yang dikelola sebagai sarana olah raga bagi masyarakat,"ucapnya.

Pihaknya merasa heran, mantan lurah Samsudin bisa mengklaim itu lahan miliknya dan menjualnya kepada perusahaan.

"Samsudin itu tanahnya hanya sedikit itupun diujung lapangan, kenapa bisa dia mengklaim ini milik dia semua,"sebutnya.

Halimah berharap, pemerintah Provinsi dan Kota Medan dapat turun tangan menyelesaikan masalah tersebut.

"Saya berharap pemerintah dapat turun langsung, karena lapangan ini digunakan warga untuk olah raga agar anak - anak kami tidak terjerumus oleh tindak kejahatan,"harapnya.

Sementara itu, Andre kuasa hukum PT. Growht Asia kepada wartawan mengatakan pemagaran yang dilakukan pihakny sebagai wujud penguasaan visik lahan yang telah mereka menangkan di Makam Agung dan telah ingkra.

"Klien kami sudah tahunan memenangkan gugatan masalah lapangan bola kaki ini, bahkan sejumlah pertemuan mediasi juga sudah dilakukan tapi sebagai warga masih bersikeras lahan tersebut milik mereka,"ucapnya.

Andre juga menjelaskan, pihaknya telah memberikan lahan pengganti yang dapat digunakan sebagai lapangan olah raga.

"Kita juga sudah berikan lahan yang dapat digunakan sebagai tempat olah raga dan lokasi tak jauh dari sini,"jelasnya.

Pengamatan wartawan, warga yang sempat melakukan perlawanan hanya bisa pasra saat sejumlah pekerja mulai melakukan pemagaran lapangan bola kaki tersebut.(Din)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini