TOPJURNALNEWS.COM - Sarulla Operations Ltd (SOL) selaku pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla, terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dalam pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) guna mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Foto: Bupati Taput bersama Manajemen SOL, saat koordinasi dan pemaparan rencana kerja tahun 2026, di kantor Bupati. (topjurnalnews.com/dok.sol)
Hal tersebut dibahas dalam kegiatan diskusi dan koordinasi realisasi kegiatan CSR SOL tahun 2025, serta pemaparan rencana kerja tahun 2026 yang dilaksanakan pada Jumat 6 Maret 2026, bersama Pemerintah Kabupaten Taput.
Pertemuan ini dihadiri oleh Bupati Taput, Dr Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat SSi, MSi, dan Wakil Bupati, Dr Deni Parlindungan Lumbantoruan MEng, didampingi oleh Sekretaris Daerah, Drs Henry Maraden Masista Sitompul MSi, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan David P Sipahutar MSi, Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs Denny Simamora, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA, Marulak Daniel Mantovani Lumbantobing SE, MM, pimpinan OPD terkait, serta Plt Camat Pahae Julu Wesli Situmeang MPd.
Dalam kesempatan tersebut, tim CSR SOL yang dipimpin oleh Melva Samosir selaku CSR & External Relations Senior Manager, memaparkan capaian pelaksanaan program CSR sepanjang tahun 2025 serta rencana program yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.
Diskusi ini bertujuan untuk memastikan adanya koordinasi dan sinkronisasi program pembangunan antara Pemerintah Kabupaten Taput dan SOL, khususnya di wilayah Kecamatan Pahae Jae dan Pahae Julu, sehingga pelaksanaan program CSR dapat berjalan selaras dengan prioritas pembangunan daerah serta menghindari potensi tumpang tindih dengan program yang didanai melalui APBD.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Taput menyampaikan harapan agar pelaksanaan program CSR SOL pada tahun 2026 dapat semakin mendukung sektor pertanian dan kesehatan.
Pada sektor pertanian, salah satu gagasan yang dibahas adalah pemanfaatan langsung (direct use) uap panas bumi untuk proses pengeringan hasil pertanian masyarakat, seperti padi, biji kakao, dan kopi.
Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pascapanen sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani di wilayah sekitar.
Sementara pada sektor kesehatan, dukungan diarahkan pada program “Sai Ta Pa Ias”, melalui pengadaan insinerator sampah guna memperkuat pengelolaan limbah dan kebersihan lingkungan.
Melalui sinergi Bersama dengan pemerintah daerah, SOL berkomitmen untuk terus menyelaraskan program CSR dengan arah pembangunan Kabupaten Taput.
“SOL berkomitmen agar program CSR yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta mendukung upaya pembangunan daerah, khususnya bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan,” ujar Melva Samosir.
SOL berharap melalui kolaborasi yang erat antara perusahaan dan pemerintah daerah, program CSR yang dijalankan dapat terus memberikan kontribusi positif dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Taput. (bisnur sitompul)