TOPJURNALNEWS.COM - Carut marutnya pekerjaan proyek-proyek yang dikerjakan oleh Dinas SDABMBK Medan, kini semakin menjadi perhatian serius bagi publik. Seperti halnya pengerjaan proyek bahu jalan di Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Titi Rante, Kecamatan Medan Baru.
Terpantau dilapangan, pengecoran bahu jalan tidak menggunakan besi tikar dan tidak ada terlihat plank proyek. Meskipun pengerjaan selesai dikerjakan, namun jelas terlihat pekerjaan pengecoran bahu jalan tersebut babak belur.
Direktur Forum Anggaran Rakyat Sumatera Utara (Farasut) Yadi S.Psi, meminta agar Kejaksaan Tinggi Sumut (Kejatisu) yang saat ini begitu fokus dalam penanganan tindak pidana korupsi di Sumatera Utara.
"Jika benar proyek yang dimaksud dikerjakan asal jadi bahkan terkesan babak belur seperti yang telah diberitakan oleh media, maka kita minta agar Kajati Sumut untuk segera memanggil dan memeriksa penanggung jawab pekerjaan proyek pengecoran bahu jalan di Jalan Jamin Ginting tersebut," tegas Yadi kepada wartawan, Jumat (25/4/25).
Menurutnya, jika kondisi seperti itu dibiarkan, maka akan sangat banyak yang dirugikan.Oleh karena itu, jangan sampai dibiarkan ada proyek pekerjaan yang menggunakan uang negara tapi dikerjakan dengan asal-asalan seperti itu.
"Kondisi pengecoran bahu jalan dikerjakan dengan asal-asalan seperti itu, tidak cuma merugikan anggaran saja, akan tetapi juga bisa membahayakan pengguna jalan," sebutnya.
Sementara sebelumnya, wartawan mengirimkan foto hasil jepretan di lapangan kepada Kabid Jalan dan Jembatan Dinas SDABMBK Yulius Ares pada, Senin (21/4/25), sembari menyampaikan alamat pekerjaan coran bahu jalan dimaksud dan sambil menyampaikan kalau pekerjaan seperti yang di foto tersebut babak belur ( asal jadi).
Sehari kemudian, Selasa (22/4 25), kemarin, Yulius Ares membalas kiriman pesan wartawan tersebut, dengan menyebutkan, solah-olah wartawan media ini telah memvonis hasil pekerjaan pengecoran itu buruk.
"Cepat x memvonis buruk Bang, Jika sudah dicor warga depan rumahnya, kami lewatkan krn diutamakan bahu jalan yang sama sekali belum dicor, Bang🙏," jelasnya.
Dia menyebutkan, dirinya selaku KPA dalam proyek tersebut ikut opnam jika pekerjaan sudah selesai.
"Saya selaku KPA juga pengurus barang Dinas ikut opnam di lapangan jika pekerjaan sudah selesai Bang.Mana item yang masih kurang karena kendala di lapangan oleh padatnya parkir dan aktivitas warga tetap kami monitor Bang🙏," ujarnya.
Dia juga menyebutkan, kalau dibongkar yang sudah dicor oleh warga, akan terjadi pemborosan anggaran.
" Klo kita bongkar yang sudah dicor warga maka akan pemborosan anggaran Bang. Terhitung lagi upah bongkar, terhitung lagi upah bekisting, cor, plastik, sementara masih panjang dan banyak lokasi lain yang butuh dikerjakan Bang🙏," jelasnya.
Berbeda dengan ucapan Plt Kadis SDABMBK Gibson Simanjuntak, yang sebelumnya dikonfirmasi wartawan menyebutkan, pihaknya segera menindak lanjuti kondisi pengerjaan pengecoran bahu jalan tersebut."Akan Kita Tindak lanjuti bg," katanya.(Lik)