Foto : Suhartoyo dan Dharma, 2 petugas lapangan PT NDP yang menjadi korban penembakan oknum RM (paling kanan).
TOPJURNALNEWS.COM - Oknum RM, alias Rudi tersangka pelaku penembakan 2 petugas lapangan PT Nusa Dua Propertindo (NDP) di areal HGU Sampali pertengahan Mei lalu, sampai saat ini belum ditemukan keberadaannya. Sementara pengusutan kasus percobaan pembunuhan itu seperti jalan di tempat.
Menurut keterangan yang dikumpulkan di lapangan, sampai saat ini tidak ada perkembangan penyidikan yang dilakukan pihak Kepolisian terhadap kasus penembakan yang dilakukan oknum RM yang mengaku-ngaku sebagai wartawan dari Jakarta, dan membuat aksi-aksi provokasi terhadap warga penggarap di atas lahan HGU PTPN 1 Regional 1 Sampali.
Menurut Suhartoyo dan Dharma, yang menjadi sasaran peluru senjata jenis soft-gun yang ditembakkan oknum RM, mereka sudah membuat laporan dan diperiksa sebagai saksi korban di Mapolsek Medan Tembung. Begitu juga sejumlah saksi lain yang berada di Lokasi saat terjadinya peristiwa Jum’at siang, 16 Mei 2025 itu.
Disebutkan, sebelum peristiwa kekerasan itu terjadi, keduanya sedang berada di areal 100 hektar HGU Sampali yang sedang dibersihkan. Kedua korban bertugas memberi tanda silang (X) terhadap bangunan-bangunan warga penggarapyang telah menerima tali asih dari PT NDP dan akan dibongkar. Namun kegiatan keduanya terhenti karena dilarang oknum RM yang mengaku sebagai koordinator penggarap yang masih bertahan di areal HGU tersebut. RM menyebut, kedua petugas lapangan itu tidak berkoordinasi dengan dirinya.
Suhartoyo dan Dharma tidak menggubris larangan oknum berpakaian hitam-hitam tersebut, karena tidak mengenal RM. Diduga inilah membuat RM kesal, sehingga kemudian mengeluarkan senjata api dari pinggangnya dan melepaskan tembakan kepada Suhartoyo dan Dharma. Akibatnya peluru soft-gun mengenai tangan Suhartoyo, sementara Dharma terkena di bagian kaki.
Lambannya pengusutan terhadap kasus kekerasan yang dilakukan oknum RM oleh jajaran Polsekta Medan Tembung sangat mengecewakan kedua korban yang menanti adanya keadilan terhadap kekerasan yang mereka terima dari oknum RM yang selalu berpenampilan arogan di areal HGU. Sepantasnya pihak Kepolisian bertindak cepat untuk dapat meringkus oknum RM untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada kedua petugas lapangan PT NDP itu. Apalagi keberadaan oknum RM bisa dilacak dari HP miliknya yang masih terus aktif.
“Kami hanya berharap ada keadilan terhadap kekerasan yang kami alami, dan oknum pelaku bisa segera diringkus,” ujar Suhartoyo dan Dharma senada.
Sementara pihak NDP menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus ini terhadap pihak Kepolisian dan berharap, kasus ini bisa segera dituntaskan dengan tertangkapnya oknum RM yang telah terang-terangan melakukan aksi kekerasan. (SA)