TOPJURNALNEWS.COM - Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan delapan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dari kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, setelah 6 korban lainnya ditemukan.
Kedelapan korban yang berhasil ditemukan diantaranya dua jenazah berhasil diidentifikasi sebagai pramugari, Florencia Lolita Wibisono dan staf Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Deden Maulana, kemudian ada potongan tubuh manusia atau bodypart yang masih diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI)
Kita bersyukur sudah delapan korban ditemukan dan satu tulang. Mudah-mudahan jumlahnya bisa bertambah, sehingga seluruh korban dapat ditemukan," kata Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi di posko SAR Tompo Bulu, Kamis (22/1/2026).
Dody menerangkan bahwa enam korban yang ditemukan oleh tim SAR gabungan berada di radius 50 meter dari titik penemuan korban pertama atas Deden Maulana.
"Posisi kurang lebih 250 meter di bawah puncak gunung. Salah satu lokasi jenazah berada di sisi selatan dari titik awal, sekitar 100 meter ke bawah. Tim masih terus menyisir sisi lain lokasi. Kita menunggu perkembangan selanjutnya," ungkapnya.
Tim SAR gabungan masih berupaya mengevakuasi korban ke puncak Gunung Bulusaraung yang direncanakan akan diangkat menggunakan teknik jetring. Metode ini sebelumnya telah digunakan saat mengevakuasi korban kedua.
"Kita doakan bersama prosesnya bisa berjalan lancar sehingga seluruh jenazah dapat diangkat menuju puncak. Dari puncak nanti akan dievakuasi ke posko, lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara," jelasnya.
Tim SAR mengerahkan tim rescue vertikal untuk proses pengangkatan. Menurut Dody, tantangan utama di lapangan adalah kondisi medan yang curam dan proses memasukkan jenazah ke dalam kantong jenazah yang tidak mudah.
Selain itu, teknik pengangkatan dengan metode jetring juga memerlukan kehati-hatian tinggi.
"Mudah-mudahan cuaca membaik. Jika sudah sampai di posko dan dilakukan labeling oleh tim DVI, kita rencanakan penjemputan dengan helikopter di lapangan bola Desa Tompo Bulu. Namun jika cuaca tidak mendukung, jalur darat tetap menjadi pilihan seperti kemarin," katanya.
Dody menuturkan kondisi jenazah dilaporkan sudah membengkak akibat berada di lokasi selama enam hari. Identitas jenazah korban belum diketahui.
"Kondisi jenazah membesar, sehingga tim di depan agak sulit mengenali. Tapi secara bagian tubuh masih terlihat besar," katanya.
Untuk sisa korban yang masih belum ditemukan, tim SAR telah mengubah strategi pencarian. Jika sebelumnya tim kembali setiap hari, kini pergerakan diubah menjadi tiga hari di lapangan dengan perbekalan ransum yang telah disiapkan.
"Kita bagi sektor pencarian dari sektor 1 sampai 8 dengan kode warna berbeda. Tujuannya agar jenazah yang berdekatan lokasinya bisa ditemukan lebih cepat," ujarnya.(CNN Indonesia)
